Kamis, Januari 29, 2026
No menu items!
IKLAN DISINI

Ilustrator Art di Lampung, Fenomena Digital yang Digandrungi Kaum Muda

LIFESTYLE (WAJAH.CO) – Dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan dunia digital semakin mempengaruhi minat dan arah karier anak muda. Salah satu fenomena yang sedang ramai dibicarakan adalah tren Ilustrator Art, di mana semakin banyak generasi milenial dan Gen Z yang terjun ke dunia seni digital ini. Tidak hanya sekadar hobi, kini ilustrasi digital telah menjadi ladang kreativitas dan sumber penghasilan yang menjanjikan.

Seniman Ilustrator Lampung, Jenkol, menyebut perkembangan seni ilustrasi dalam satu dekade terakhir mengalami lonjakan yang signifikan.

Menurutnya, hal ini didorong oleh meningkatnya popularitas platform digital memberikan ruang lebih besar bagi para seniman muda untuk memamerkan karya mereka secara global.

Jenkol mengatakan, dalam 10 tahun terakhir, tren seni digital yang disebutnya sebagai “starter” sebagai mulai meningkat tajam, seiring dengan bertumbuhnya teknologi dan akses yang lebih mudah.

“Ya, kalangan muda bertransisi dari berkarya secara manual dengan secara otomatis menyukai platform yang bisa memfasilitasi mereka untuk menyalurkan ide-ide kreatif dengan cara yang lebih praktis,” ujar Jengkol saat diwawancarai Wajah.Co, Minggu 6 Oktober.

Salah satu alasan mengapa seni ilustrasi digital menjadi pilihan favorit adalah karena kemudahan untuk bereksperimen dengan berbagai gaya dan media, tanpa terbatas pada peralatan fisik seperti pena, pensil serta cat atau kanvas.

Hal ini dapat beralih cukup dengan perangkat tablet dan software grafis, para ilustrator muda bisa menciptakan karya seni berkualitas tinggi yang dapat langsung dipamerkan kepada audiens di seluruh dunia.

Lebih lanjut, Jenkol menekankan bahwa seni digital juga memberikan peluang bagi mereka yang ingin mengembangkan karir sebagai ilustrator profesional.

“Media digital memungkinkan mereka untuk lebih fleksibel dan cepat dalam memproduksi karya, serta lebih mudah diakses oleh para penggemar maupun calon klien,” katanya.

Hal ini terbukti dari semakin banyaknya ilustrator muda yang berhasil mendapatkan proyek atau bahkan menciptakan brand visual sendiri.

Fenomena ini juga tak terlepas dari peran teknologi yang terus berkembang, termasuk kehadiran aplikasi ilustrasi yang semakin canggih dan ramah pengguna.

Inovasi ini memberikan kemudahan bagi para seniman muda untuk mencoba teknik-teknik baru dan memperkaya portofolio mereka. Ditambah lagi, tren seni berbasis digital ini sejalan dengan gaya hidup anak muda yang akrab dengan media sosial sebagai wadah ekspresi dan komunikasi.

Ke depan, Jenkol optimis bahwa tren Ilustrator Art akan terus berkembang seiring dengan pertumbuhan teknologi dan perubahan pola konsumsi seni di kalangan masyarakat.

“Ilustrasi digital bisa menjadi lebih dari sekadar fenomena sesaat. Ini adalah medium baru yang menawarkan kebebasan berekspresi dan kesempatan untuk menjangkau audiens global,” tutupnya.

Dengan pesatnya perkembangan industri kreatif digital, seni ilustrasi akan tetap menjadi pilihan utama bagi anak muda yang ingin mengekspresikan kreativitas mereka sambil membangun karier yang solid di dunia seni visual.

Memakan Waktu Mulai dari Seminggu hingga Sebulan

Pria berusia 31 tahun melanjutkan, dunia ilustrasi digital semakin diminati dan berkembang pesat, terutama karena meningkatnya kebutuhan visual kreatif di berbagai bidang, seperti musik, iklan, hingga desain merchandise.

Namun, di balik karya-karya menawan yang dihasilkan, terdapat proses pengerjaan yang tidak selalu singkat. Menurut para ilustrator seperti dirinya, lamanya proses pengerjaan sebuah proyek sangat bergantung pada ukuran dan kompleksitas permintaan dari klien.

Jengkol menjelaskan bahwa setiap proyek ilustrasi memiliki alur kerja yang berbeda. Tergantung pada proses pengerjaan keperluan dan jenis proyek. Misalnya, untuk proyek ilustrasi yang berkaitan dengan event musik, dari awal pengerjaan, mulai dari sketsa hingga hasil final, bisa memakan waktu antara satu minggu hingga satu bulan.

Tahapan pengerjaan biasanya dimulai dengan diskusi awal untuk memahami kebutuhan klien, diikuti dengan pembuatan konsep dan sketsa awal. Konsep ini harus dipresentasikan dan disetujui terlebih dahulu sebelum masuk ke tahap produksi lebih lanjut. Setelah konsep disetujui, barulah ilustrator melanjutkan ke pembuatan detail, pewarnaan, dan sentuhan akhir.

“Biasanya, proyek musik membutuhkan waktu lebih lama karena ide dan konsepnya harus benar-benar matang. Kita harus memastikan bahwa ilustrasi tersebut mencerminkan nuansa musik dan pesan yang ingin disampaikan oleh musisi. Selain itu, sering kali ada revisi yang memerlukan waktu tambahan,” ujar pemuda bertinggi 170 cm itu.

Tidak jarang, proses tersebut bisa berlarut-larut, terutama jika proyeknya berskala besar, seperti pembuatan visual untuk seluruh album, poster konser, hingga desain merchandise terkait. Namun, untuk proyek-proyek yang lebih kecil atau bersifat individual, seperti komisi karakter personal, lamanya pengerjaan bisa lebih singkat, yaitu hanya sekitar satu minggu.

Selain tergantung pada ukuran proyek, faktor lain yang mempengaruhi durasi pengerjaan adalah jumlah revisi yang diminta klien.

“Kadang, sebuah proyek kecil pun bisa memakan waktu lebih lama jika ada banyak revisi yang perlu dilakukan, karena kami ingin memastikan klien puas dengan hasil akhirnya,” tambahnya.

Dengan semakin berkembangnya industri kreatif, para ilustrator kini dituntut untuk lebih fleksibel dalam mengatur waktu pengerjaan, namun tetap menjaga kualitas karya.

Kata Jenkol, lamanya proses ini tidak hanya mencerminkan usaha yang dikerahkan, tetapi juga menunjukkan dedikasi para ilustrator dalam memberikan hasil terbaik yang sesuai dengan harapan klien.

Tips untuk Ilustrator Muda

Jenkol juga memberikan beberapa tips dan motivasi bagi para ilustrator muda yang ingin menapaki karier di dunia seni digital. Menurutnya, konsistensi dalam berkarya adalah kunci utama untuk mendapatkan eksposur dan pengakuan.

“Bagi pemula, jangan takut untuk terus mencoba dan memamerkan karya kalian, meskipun itu mungkin masih terasa kurang sempurna. Publikasikan hasil-hasil karya tersebut di media sosial atau platform seni seperti Instagram dan Behance. Dengan cara ini, kalian tidak hanya meningkatkan eksposur karya, tetapi juga membangun motivasi untuk terus berkembang,” ujar Jenkol.

Ia menambahkan bahwa memamerkan karya, bahkan saat hasilnya belum sempurna, dapat membantu para ilustrator muda untuk membangun portofolio dan mengasah kemampuan mereka.

Dengan dedikasi dan semangat yang kuat, para ilustrator muda diharapkan dapat terus berkembang dan membangun karier yang sukses di industri seni digital.

“Tetaplah gigih, berani menunjukkan karya, dan teruslah belajar dari setiap pengalaman,” pungkas Jenkol. (Jay)

Biodata Narasumber :

Nama : Dicky Setiawan a.k.a JNKL (jenkol)

Alamat :  Talangpadang, Tanggamus.

Hobi : Menggambar

Pekerjaan : illustrator

Band Favorit  : Revenge The Fate, Chelsea Green, Sweet As Revenge, Last Kiss From Avelin, dan Wisdom  Teeth Disorder.

Email : dickyjenko28@gmail.com

Akun ig  : @dicky_jenkol

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Google search engine
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments