PESAWARAN (wajah.co)–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesawaran mengeluarkan Surat Edaran (SE) resmi bernomor 025/2016 IV.11NI/2025.
Surat edaran itu berisi larangan bagi seluruh kepala desa menerima atau mengakomodir foto bupati dan wakil bupati terpilih sebelum resmi dilantik.
Surat edaran tersebut ditujukan kepada seluruh Camat se-Kabupaten Pesawaran untuk mencegah beredarnya foto Bupati dan Wakil Bupati Pesawaran di ruang publik sebelum rilis resmi dari pemkab setempat.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Setdakab Pesawaran Sunyoto menegaskan, pelarangan itu dilakukan untuk mencegah penggunaan foto kepala daerah yang tidak sesuai dengan regulasi.
“Selain itu untuk menjaga tertib administrasi dan penyeragaman atribut kepemimpinan daerah serta menghindari potensi kesalahan informasi atau penyalahgunaan foto sebelum masa resmi jabatan dimulai,” kata dia, Jumat (11-7-2025).
Menurut Sunyoto, pemerintah kabupaten akan menyiapkan foto resmi standar bupati dan wakil bupati terpilih yang memenuhi aturan nasional.
Dia juga mengingatkan seluruh camat dan kepala desa melalui surat edaran untuk segera menginformasikan kebijakan itu kepada seluruh kepala desa di wilayahnya.
“Memastikan tidak ada penerimaan atau pemajangan foto non-resmi di kantor desa hingga pelantikan dan koordinasi dengan Sekretariat Daerah Pesawaran untuk verifikasi foto resmi,” jelasnya.
“Kami sangat mengapresiasi kerja sama seluruh pihak dan menekankan bahwa langkah ini penting untuk menjaga kredibilitas dan keseragaman visi pemerintahan baru,” pungkasnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfotiksan) Kabupaten Pesawaran, Jayadi Yasa, menyesalkan atas beredarnya foto Bupati dan Wakil Bupati Pesawaran di ruang publik sebelum rilis resmi dari Pemkab setempat.
Jayadi menegaskan, foto resmi pasangan Bupati dan Wakil Bupati (Wabup) Pesawaran Nanda Indira Bastian dan Antonius Muhammad Ali belum dirilis secara resmi oleh Dinas Kominfotiksan sebagai pihak yang berwenang mengeluarkan figura Bupati dan Wakil Bupati Pesawaran.
“Kami sangat menyayangkan beredarnya foto Bupati dan Wakil Bupati Pesawaran tersebut. Publik diharapkan memahami bahwa foto resmi yang sah dan diakui oleh Pemkab Pesawaran belum dikeluarkan,” kata Jayadi, melalui sambungan telepon beberapa waktu lalu. (Apri)


