PESAWARAN (wajah.co)–Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pesawaran resmi membentuk tim panitia khusus (Pansus) Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Pansus yang beranggotakan dua belas legislator itu bertugas untuk memaksimalkan serapan pendapatan daerah dari berbagai sektor. Melakukan pengawasan terhadap organisasi kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta mencegah kebocoran.
Diketahui, pembentukan tim pansus itu sebagai buntut atas dicopotnya Kadis Pariwisata, Anggun Saputra lantaran tidak mencapai target PAD. Kini, komitmen untuk mengejar target PAD juga berlaku bagi semua OPD yang memiliki potensi serupa.
Hal itu dikatakan Wakil Ketua I DPRD Pesawaran M. Nasir usai rapat paripurna pembentukan Pansus PAD di ruang sidang DPRD setempat, Jumat (19-7-2025).
“Kita melaksanakan rekomendasi Paripurna LHP BPK RI untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah dengan membentuk panitia khusus (Pansus). Karena kita melihat PAD kita cukup minim dan kami yakin PAD kita masih sangat mungkin ditingkatkan,” kata Nasir.
Ketua Partai NasDem Kabupaten Pesawaran itu juga menyebut, langkah pertama yang akan dilakukan oleh Pansus yakni akan mengundang Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kabupaten Pesawaran untuk mengetahui berapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) penghasil PAD.
“Kita akan melihat dasar hukum dari masing masing OPD dalam penarikan PAD. Termasuk meminta data objek objek PAD,” kata dia.
Tim Pansus yang berjumlah 12 anggota ini dipimpin oleh Lenida Putri dari Fraksi Partai Gerindra dan Wakil Ketua Sarwoko dari Fraksi PDI Perjuangan. Pansus berkomitmen tidak bekerja dibalik meja serta berkutat dengan data, namun juga turun ke lapangan guna uji petik.
“Sehingga nantinya pansus dapat memberikan rekomendasi terhadap peningkatan penggalian PAD. Baik yang sudah ada maupun potensi baru,” katanya.
“Melalui pansus ini kita akan dapat melihat dan menilai apakah target yang sekarang ini realistis atau tidak,” terang Nasir.
“Termasuk peluang objek yang belum tergarap yang muaranya nanti dapat meningkatkan PAD yang ditargetkan pada APBD tahun 2026 secara objektif dan sesuai kondisi di lapangan,” kata dia.
Dikatakan M Nasir, belum maksimalnya serapan PAD bisa disebabkan oleh beberapa hal, antara lain potensi kebocoran yang sedang didalami.
Selain melibatkan akademisi, lanjut dia, pihaknya juga meminta kepada masyarakat, media maupun LSM turut berperan aktif untuk memberikan sumbang saran sehingga dapat menjadi bahan diskusi kita bersama dalam rangka peningkatan PAD di Pesawaran.
“Kami ingin semua elemen terlibat, sehingga PAD kita tidak bocor dan ada peningkatan yang signifikan,” kata dia. (Rama/Bambang).


