Kamis, Januari 29, 2026
No menu items!
IKLAN DISINI

Petugas SPBU di Natar Jadi Korban Kekerasan Supir Truk

LAMPUNG SELATAN (wajah.co)–Seorang petugas SPBU Candi Mas, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan diduga jadi korban tindak kekerasan yang dilakukan oleh supir Truk Fuso dengan nomor polisi BE 8534 ACU.

Petugas pengisi bahan bakar SPBU yang diketahui bernama Achmad Sudrajad Antera (39) itu mengalami kekerasan fisik karena menolak untuk mengisi bahan bakar. Peristiwa itu terjadi di areal SPBU Candi Mas, Natar Lampung Selatan, Sabtu (09-8-2025) siang.

Korban menuturkan kejadian semula saat sejumlah kendaraan mengantre untuk mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar di SPBU tempatnya bekerja.

“Saat mengantre, ada kendaraan truk Fuso yang kami tengarai sering bolak balik mengisi BBM. Lalu, kami mendatangi dan menegur sopir tersebut. Biasanya langsung pergi, ini gak mau pergi sampai tibalah saatnya mengisi di pompa bahan bakar,” tutur korban.

Kemudian, pelaku yang mengendarai truk Fuso BE 8534 ACU tersebut terus memaksa dan meminta untuk diisi solar pada tangkinya.

“Karena memaksa terus, akhirnya saya bilang kepada pelaku, ya sudah coba ditunjukan STNK-nya untuk kita cocokan dengan data yang ada di barkode, kalau sama nanti kita isi. Namun pelaku malah menjawab mobil ini tidak ada STNKnya tapi bisa jalan dan aman,” terangnya.

BACA JUGA:  Jalin Sinergi, Kapolres Sambangi Balai Wartawan PWI Pesawaran

Setelah supir tersebut tidak dapat menunjukan STNK kendaraan yang dia kendarai, korban tidak dapat memenuhi keinginan pelaku untuk mengisi BBM jenis solar.

“Karena saya menolak untuk mengisi, tiba-tiba pelaku langsung memukul muka saya secara bertubi-tubi dan saya tidak dapat melawannya. Bukan hanya memukul, pelaku juga berulangkali mengancam saya,” ungkapnya.

Korban menyebut, kendaraan truk Fuso itu kerap bolak balik ke SPBU untuk mengisi BBM solar dalam jumlah banyak atau fulltank.

“Truk Fuso ini kami mencurigai untuk mengecor, karena sudah bolak balik mengisi di SPBU. Karena kami juga ada group pengawas yang bertugas mencatat, jadi kami tau kendaraan yang dicurigai ngecor atau mengisi BBM solar secara berulangkali setiap harinya. Padahal, perintah pimpinan sudah jelas tidak boleh melayani kendaraan ngecor dan pengisian berupa drigen, drum atau lainnya yang diduga akan disalahgunakan,” terang dia.

Atas peristiwa pemukulan tersebut korban langsung melaporkan kejadian kepada Polsek Natar untuk selanjutnya dilakukan proses hukum.

Surat tanda bukti laporan tersebut dengan nomor: LP/B-505/VIII/2025/SPKT/POLSEK NATAR/POLRES LAMPUNG SELATAN/POLDA LAMPUNG tentang penganiayaan.

“Usai kejadian, saya langsung lapor ke Polsek Natar dan divisum karena ada luka lebam. Hari ini (Minggu 10/08/2025) beberapa rekan kerja yang melihat peristiwa tersebut juga sudah dimintai keterangannya oleh penyidik, dan infonya pelaku sekarang sudah diamankan di Polsek Natar,” bebernya.

BACA JUGA:  Jalin Sinergi, Kapolres Sambangi Balai Wartawan PWI Pesawaran

Korban juga mengapresiasi kinerja kepolisian yang langsung bergerak cepat menindaklanjuti laporannya, dan berharap ke depan tidak terulang kembali.

“Sangat bagus respon polisi, langsung ditindaklanjuti dan pelaku langsung berhasil diamankan, saya berharap ke depan tidak ada lagi kejadian seperti ini, semoga pelaku diproses sesuai dengan hukum yang berlaku,” harapnya.

Menanggapi hal tersebut, salah satu Tokoh Adat Lampung Erland Syofandi dengan gelar Suttan Penatih mengatakan bahwa tidak membenarkan tindakan anarkis atau premanisme dalam bentuk apapun.

“Petugas SPBU hanyalah karyawan, dan apa yang dilakukan sudah sesuai dengan peraturan. Baik peraturan perusahaan dimana dia bekerja, juga peraturan pemerintah yang melarang untuk melakukan aktifitas illegal terkait BBM,” tegas Erland.

Dia juga berharap kepolisian memproses pelaku sesuai dengan hukum yang berlaku sehingga ada efek jera bagi para pengecor bahan bakar.

“Saya berharap, jangan sampai pelakunya nanti malah dilepas dengan berbagai alasan,” harapnya. (Sapto Firmansis)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Google search engine
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments