Tanggamus (wajah.co)– Sebanyak 21 mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan Pengabdian pada Masyarakat (KKL-PPM) Kelompok 02, Universitas Malahayati melaksanakan sosialisasi pemanfaatan limbah kulit pisang di Pekonampai, Kecamatan Limau, Kabupaten Tanggamus, Senin (25-8-2025).
Ketua kelompok, Maulana Rafiqo Ardiansyah mengatakan kegiatan ini bertujuan memberikan wawasan kepada masyarakat mengenai nilai ekonomi dari kulit pisang yang selama ini kerap dibuang.
Dalam sosialisasi, mahasiswa memaparkan bahwa kulit pisang masih mengandung gizi bermanfaat seperti karbohidrat, serat, vitamin, dan mineral.
Selain menambah asupan gizi, pemanfaatannya juga dapat mengurangi pencemaran lingkungan akibat sampah organik.
Sebagai inovasi, mahasiswa memperkenalkan kerupuk kulit pisang bernama KULIPANG.
Produk ini dinilai sederhana, murah, mudah dibuat, serta berpotensi dikembangkan masyarakat menjadi usaha rumahan.
“KULIPANG ini kami perkenalkan agar masyarakat bisa lebih kreatif memanfaatkan limbah rumah tangga menjadi produk sehat, bernilai ekonomi, dan ramah lingkungan,” ujar Maulana.
Kegiatan tersebut mendapat sambutan antusias warga yang ikut langsung mencoba proses pembuatan KULIPANG.
Mahasiswa berharap, edukasi ini dapat menginspirasi masyarakat untuk mengurangi limbah sekaligus membuka peluang usaha baru. (jay)


