Kamis, Januari 29, 2026
No menu items!
IKLAN DISINI

DPC Gerindra Sebut RD Bukan Kader Partai Sejak 2014

Pesawaran (wajah.co)– Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Pesawaran menyayangkan terkait pemberitaan yang beredar menyebutkan bahwa RD mantan anggota DPRD Fraksi Gerindra terlibat dugaan penganiayaan.

Pasalnya semenjak RD tidak menjadi anggota DPRD, RD tidak lagi berpolitik dan berhenti dari partai Gerindra sejak tahun 2014. Namun di sosmed dan pemberitaan masih menyebutkan mantan anggota DPRD Fraksi Gerindra.

Mewakili Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Pesawaran Achmad Rico Julian, Ketua Bappilu Darul Qutni menegaskan pemberitaan yang beredar membawa-bawa nama Partai Gerindra itu menyesatkan.

“Framing framing di sosmed dan di pemberitaan itu sangat menyesatkan, karena kita ketahui bersama bahwa RD ini sejak 2014 sudah bukan anggota partai Gerindra dan tidak berpolitik,” kata dia, Kamis (18-9-2025).

BACA JUGA:  Terget Penerimaan Pajak Samsat Pesawaran Tembus Rp55 Miliar

Darul mengatakan, masyarakat sudah tahu RD tidak lagi berpolitik dan sekarang sudah menjadi jurnalis profesional. “Kenapa harus membawa mantan DPRD dari fraksi Gerindra,” timpalnya.

Menurut dia, penggiringan opini yang beredar di sosmed dan pemberitaan tersebut hanya untuk membuat isu miring dan mempengaruhi anggapan publik tanpa tahu fakta yang terjadi.

“Jadi ini perlu diluruskan bahwa RD telah 11 tahun tidak di partai Gerindra. Apalagi membawa-bawa nama Partai Gerindra. Kenapa tidak disebutkan bahwa RD sudah bertahun-tahun menjadi jurnalis profesional,” ujarnya.

BACA JUGA:  Disdukcapil Pesawaran "Jemput Bola" Datangi Warga

Dirinya menilai bahwa, hal ini sengaja digoreng goreng oleh pihak pelapor agar mendapatkan dukungan dari netizen.

“Kami dari Partai Gerindra menyayangkan dan merasa keberatan dengan media Lampung TV yang menyebutkan bahwa RD merupakan mantan anggota DPRD dari fraksi Gerindra. Dulu memang di partai Gerindra namun setelah tidak menjadi anggota DPRD RD sudah tidak lagi berpolitik dan sudah keluar dari Partai Gerindra,” ungkapnya.

“Jadi ayolah teman-teman media dan para netizen untuk berfikir objektif, cari tahu dulu seperti apa persoalan ini bisa terjadi, jangan memunculkan framing framing yang menjadi goreng-gorengan netizen,” pungkasnya. (apri).

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Google search engine
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments