Kamis, Januari 29, 2026
No menu items!
IKLAN DISINI

Dorong Produksi Padi Pesawaran, Nanda-Anton Serahkan Alsintan

Pesawaran (wajah.co)– Kabupaten Pesawaran memiliki lahan sawah seluas 12.926 hektare dengan tingkat produksi padi diproyeksi mencapai 1,6 juta ton.

Karena itu, pertanian di Pesawaran digadang menjadi sektor penopang program ketahanan pangan nasional, juga sebagai pendongkrak pendapatan asli daerah selain sektor pariwisata, kelautan dan perikanan.

Hal itu terungkap saat penyerahan alat mesin pertanian atau Alsintan oleh Bupati Pesawaran Nanda Indira Bastian bersama Wakil Bupati Antonius Muhammad Ali di Desa Kutoarjo, Kecamatan Gedongtataan, Jumat (3-10-2025),

Bantuan itu terdiri dari dua unit mesin panen combine harvester besar tipe Maxi 102 untuk Kelompok Tani Makarti Jaya I, Desa Kutoarjo, Gedongtataan serta Kelompok Tani Sumber Makmur, Desa Sidomulyo, Negerikaton.

“Selain itu, ada juga tiga unit traktor roda empat juga diserahkan kepada Kelompok Tani Budi Rukun Desa Bernung, Gedongtataan), Kelompok Tani Joyo Makaryo, Desa Bangunsari, Negerikaton serta Kelompok Tani Maju Jaya Sejahtera, Desa Margomulyo, Kecamatan Tegineneng,” sebutnya.

BACA JUGA:  Jalin Sinergi, Kapolres Sambangi Balai Wartawan PWI Pesawaran

Bupati Nanda Indira menerangkan, sektor pertanian di kabupaten setempat memegang peranan dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

“Pesawaran memiliki potensi lahan sawah 12.926 hektare dengan produksi padi mencapai 1,6 juta ton. Kita bahkan surplus sekitar 40 ribu ton beras,” sebut Nanda.

Menurut Bupati Nanda, ini merupakan capaian bagus yang harus ditingkatkan, salah satunya melalui dukungan Alsintan dan sarana penunjang lainnya.

Untuk itu, bantuan Alsintan ini diharapkan dapat dioptimalkan untuk mempercepat olah tanah, tanam, dan panen, sehingga produktivitas pangan semakin meningkat.

“Semoga Alsintan ini bisa meningkatkan produksi pertanian, demi terwujudnya swasembada pangan, sehingga Pesawaran bisa menjadi salah satu lumbung pertanian di Lampung, seperti yang kita harapkan bersama,” kata Bupati.

Ketua Gapoktan Makarti Jaya Desa Kutoarjo, Haryanto menyambut baik bantuan tersebut. Ia menuturkan, keberadaan mesin panen dan traktor akan sangat membantu petani, khususnya dalam mempercepat proses panen, meningkatkan efisiensi biaya, dan memperluas cakupan lahan garapan.

BACA JUGA:  Disdukcapil Pesawaran "Jemput Bola" Datangi Warga

“Dengan combine harvester, pemanenan bisa dilakukan lebih cepat dan hasil gabah lebih bersih dari jerami. Selisih harga juga lebih tinggi dibanding panen manual,” ujarnya.

Selain menyerahkan Alsintan, Bupati bersama jajaran juga meninjau langsung proses pembuatan pupuk organik cair (POC) yang dikelola Gapoktan Makarti Jaya bersama Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Gedong Tataan.

Inovasi ini dinilai sangat penting guna menawarkan solusi ramah lingkungan sekaligus mengurangi ketergantungan petani pada pupuk kimia.

Penyuluh Pertanian Lapangan Kecamatan Gedongtataan Lukman, menjelaskan bahwa POC dibuat dari bahan organik cair berupa air cucian beras dan air kelapa yang diolah kembali melalui serangkaian proses fermentasi.

Menurut Lukman, kandungan unsur hara makro seperti nitrogen, fosfor, kalium, serta unsur mikro lainnya, mampu meningkatkan kesuburan dan kegemburan tanah secara alami.

“POC juga memperbaiki struktur tanah yang keras menjadi lebih gembur, menjaga kelembaban, serta meningkatkan hasil produksi petani,” jelasnya.(red)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Google search engine
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments