BANDARLAMPUNG (wajah.co)– Pemerintah Kota Bandarlampung menargetkan sebanyak 1.200 jemaah melaksanakan ibadah umroh pada Tahun 2025.
Hal itu terungkap saat ratusan calon jemaah umrah mengikuti manasik umrah yang difasilitasi Pemerintah Kota Bandarlampung di Aula Semergou, Senin (13-10-2025).

“Manasik umrah ini komitmen dan kepedulian pemerintah terhadap masyarakat. Program umrah gratis diberikan kepada masyarakat, khususnya tokoh agama, guru ngaji, marbot masjid, serta warga berprestasi yang telah mengabdikan diri bagi kemajuan umat dan kota,” ungkap Walikota Bandarlampung Eva Dwiana usai melepas ratusan jamaah umroh.
Menurut Eva, anggaran yang dialokasikan dari APBD perubahan ini sejatinya adalah uang rakyat yang dikembalikan kepada rakyat dalam bentuk program yang mulia dan menyentuh kebutuhan spiritual masyarakat.Pada akhir tahun ini, ada 530 jemaah akan diberangkatkan ke tanah suci dalam dua kloter.
Walikota Bandarlampung berharap, kepada seluruh calon jemaah untuk memanfaatkan kegiatan manasik dengan sungguh-sungguh, memahami setiap rukun dan tata cara ibadah agar pelaksanaan umrah berjalan lancar dan khusyuk.
“Ibadah umrah bukan sekadar perjalanan wisata religi, tetapi perjalanan spiritual untuk mendekatkan diri kepada Allah Taala. Luruskan niat, jaga kesehatan, dan tunjukkan akhlakul karimah selama di Tanah Suci,” ucapnya.
Walikota juga menitip doa bagi keselamatan dan kemajuan Kota Bandar Lampung.
“Doakan agar kota kita senantiasa aman, damai, sejahtera, dan dalam lindungan Allah SWT. Doakan pula agar kami para pemimpin selalu amanah,” tutupnya.
Sementara itu, Kepala Bagian (Kabag) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kota Bandarlampung, Jhoni Asman, menyebut pemberangkatan jamaah umrah tahun ini dibagi dalam dua kloter, masing-masing sekitar 300 dan 200 orang.
“Kloter pertama berangkat pada 27 Oktober dan kloter kedua pada 3 November. Total peserta tahun ini mencapai 530 jamaah, sementara target program umrah gratis hingga akhir 2025 sekitar 1.200 jamaah,” ungkapnya.
Ia mengungkapkan, program ini rutin dijalankan setiap tahun dengan jumlah peserta sekitar seribu orang.
Sedangkan, untuk pelaksanaan tahun 2026, Pemkot masih menunggu kebijakan lebih lanjut dari pemerintah pusat dan hasil evaluasi pelaksanaan tahun ini.(rls)


