Jumat, Januari 30, 2026
No menu items!
IKLAN DISINI

Lampung Urutan Ketujuh Nasional Rawan Bunuh Diri

PESAWARAN (wajah.co)– Provinsi Lampung berada di urutan ketujuh nasional wilayah rentan bunuh diri. Kasus bunuh diri itu dipicu berbagai faktor, mulai dari masalah kejiwaan hingga faktor ekonomi.

Hal itu diungkap oleh Direktur Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Provinsi Lampung, dr. Nuyen Meutia Fitri dalam diskusi Forum Konsultasi Publik di ruang rapat RSJD setempat, Senin (4-11-2024).

“Untuk mencegah aksi bunuh diri, kami juga menyediakan sejumlah layanan seperti konsultasi dan melakukan sosialisasi serta pencegahan kepada masyarakat,” katanya.

Meutia juga menuturkan, Kemenkes telah menyediakan hotline layanan publik untuk konsultasi para pasien yang memiliki keluhan kejiwaan dan memicu kecemasan serta depresi.

BACA JUGA:  Terget Penerimaan Pajak Samsat Pesawaran Tembus Rp55 Miliar

“Lampung berada di urutan ketujuh Nasional untuk wilayah rentan kasus bunuh diri, dan ini membuat kita semua harus bersinergi untuk melakukan pencegahan,” katanya.

Meutia membeberkan sepanjang tahun 2024 pihaknya telah menangani pasien anak dan remaja dengan gangguan kejiwaan yang disebabkan game online, judi online, pornografi serta perundungan.

“Game online 25 pasien, pornografi 72 pasien, judi online 49 pasien serta perundungan 158 pasien,” kata Meutia.

Sebagai upaya prefentif, RSJD Provinsi Lampung menyediakan sejumlah aplikasi pelayanan publik untuk mempermudah masyarakat mengakses layanan dari fasilitas kesehatan jiwa tersebut.

BACA JUGA:  Disdukcapil Pesawaran "Jemput Bola" Datangi Warga

“Khusus untuk kasus bunuh diri, Kemenkes bahkan menyediakan hotline khusus untuk konsultasi masyarakat di www.healing119.id nomor itu bisa digunakan untuk konsultasi masalah kejiwaan,” katanya.

Kepala Biro bidang organisasi Setdaprov Lampung Hery Sadly menyebut pelayanan publik di fasilitas kesehatan seperti RSJ Daerah Lampung harus terus ditingkatkan.

“Sesuai amanah dari Kemenpan RB kita harus terus memberikan pelayanan prima kepada publik, pelayanan ini sebagai bagian dari hadirnya negara untuk melayani masyarakat,” katanya.

Forum konsultasi publik dihadiri sejumlah undangan antara lain, organisasi profesi, akademisi serta tokoh masyarakat. (Red)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Google search engine
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments