PESAWARAN (wajah.co)– Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Pesawaran menjaring generasi muda berbakat di ajang Pemilihan Muli Mekhanai, dijadwalkan pendaftaran mulai dari 1 Februari hingga 22 April 2025.
Kepala Dinas Pariwisata Pesawaran Anggun Saputra mengatakan, Muli Mekhanai 2025 itu menjadi salah satu ajang untuk mempromosikan potensi wisata di wilayah setempat.
Sekaligus sebagai sarana pengembangan bakat, kreatifitas dan kecerdasan para generasi muda yang ada di Bumi Andan Jejama.
“Muli Mekhanai yang terpilih diharapkan dapat mempromosikan pariwisata dan mengembangkan kebudayaan nasional serta kebudayaan Lampung serta banyak keuntungan mengikuti ajang ini, karena ketika muli mekhanai yang berbakat terpilih mewakili Kabupaten Pesawaran tentunya akan memperoleh pengalaman dan keuntungan untuk portofolio pengalaman muli dan mekhanai,” kata Anggun, Selasa (14-1-2025).
Terlebih, kata Anggun, Kabupaten Pesawaran sudah sembilan kali memenangkan kompetisi Muli Mekhanai tingkat Provinsi Lampung.
“Tahun 2025 ini, kami berharap perwakilan dapat diperoleh dari asli putra putri terbaik di 148 desa yang ada di sebelas kecamatan, Kabupaten Pesawaran Bumi Wisata Sejuta Pesona,” katanya.
Menurut Anggun, ajang Muli Mekhanai didukung penuh oleh Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona dan Ibu Nanda Indira Dendi selaku Ketua TP PKK Kabupaten Pesawaran.
“Pemilihan Muli Mekhanai ini merupakan kegiatan rutin Pemkab Pesawaran dan Pemprov Lampung yang secara resmi diagendakan dalam kalender pariwisata Nasional,” terangnya.
Bagi yang berminat mendaftar, adapun persyaratannya: Putra/putri daerah Kabupaten Pesawaran dan Provinsi Lampung, berusia 17 sampai dengan 24 tahun, belum menikah dan berpenampilan menarik, kemudiam memiliki tinggi badan minimal 160 cm untuk putri dan 165 cm untuk putra, serta sehat jasmani dan rohani dan bebas narkoba.
Anggun menjelaskan, persyaratan umum lainnya adalah memiliki nilai prestasi akademik yang baik (Minimal IPK 2,75) bagi yang berstatus mahasiswa/ mahasiswi aktif, bisa berbahasa Lampung dan bahasa asing baik aktif maupun pasif.
“Juga memiliki wawasan dan pengetahuan umum yang luas tentang pariwisata, seni dan budaya daerah Lampung, peserta merupakan salah satu wakil dari sebelas kecamatan, se-kabupaten Pesawaran,” katanya. (Indra AR)


