Jumat, Januari 30, 2026
No menu items!
IKLAN DISINI

Yuk, Intip Koleksi Arsip Koran Tertua di Monumen Pers Nasional

SURAKARTA (Wajah.co) — Monumen Pers Nasional di Kota Surakarta Provinsi Jawa Tengah merupakan pusat pelestarian sejarah pers Indonesia, dan memiliki koleksi yang sangat berharga.

Salah satu keistimewaan dari koleksi yang ada di Monumen Pers Nasional tersebut adalah keberadaan arsip-arsip media cetak yang sangat tua. Koleksi benda-benda bersejarah tersebut dibuka untuk umum bagi masyarakat yang ingin mengetahui sejarah pers di Indonesia.

Ayu, pemandu di Monumen Pers Nasional menuturkan, pengunjung Monumen Pers Nasional dapat menemukan koleksi koran tertua di Indonesia, salah satunya yaitu Java Government Gazette yang terbit di abad 19 tepatnya tahun 1816.

“Selain itu, ada juga majalah tertua yang ada di koleksi Monumen Pers Nasional adalah majalah Tjaja Hindia edisi tahun 1913,” kata dia, saat kunjungan Studi Komparasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pesawaran Lampung, Selasa (22-4-2025).

Ayu menyebut, koleksi itu merupakan bagian dari warisan budaya dan sejarah yang penting untuk dipelajari dan dilestarikan.

Dia menjelaskan, setiap harinya di Monumen Pers Nasional selalu ramai pengunjung yang ingin mengetahui tentang sejarah, terutama para mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi.

“Jadi tujuan mereka datang kesini untuk menggali sejarah yang ada, dan juga mencari arsip-arsip untuk tugas skripsi yang membutuhkan rujukan data, referensi data. Karena referensi data yang akurat itu ada di koran,” ujarnya.

Selain pelayanan secara langsung, pihak Monumen Pers Nasional menyediakan layanan dokumentasi arsip digital yang mereka tawarkan. Masyarakat bisa mengakses website resmi mereka di mpn.kominfo.go.id/request. Bagi yang membutuhkan salinan fisik, pengunjung dapat mengajukan permohonan untuk mendapatkan softcopy dari arsip yang diinginkan.

“Proses ini memberikan kemudahan bagi siapa saja yang ingin mengakses informasi penting tanpa harus datang langsung ke Monumen Pers Nasional,” jelasnya.

Setelah permohonan diproses dan data digital yang diminta diunggah ke website, pengguna dapat mengunduh dan menggunakan file tersebut untuk penelitian atau keperluan lain.

“Ini adalah langkah maju yang signifikan dalam memperluas akses ke koleksi berharga Monumen Pers Nasional, membuatnya lebih mudah diakses oleh masyarakat luas, baik di dalam maupun luar negeri,” ungkapnya.

Ayu berharap keberadaan Monumen Pers itu dapat meningkatkan literasi masyarakat untuk menggali sejarah dan menambah wawasan terkait pers dan sejarahnya. (Apri)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Google search engine
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments