Jumat, Januari 30, 2026
No menu items!
IKLAN DISINI

Ini Cara Bupati Dendi Ajak Pemdes Bangun Ekonomi Desa

PESAWARAN (wajah.co)–Pemerintah Kabupaten Pesawaran terus berkomitmen memperkuat pembangunan desa melalui akses ekonomi regional.

Hal tersebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan daya saing pemerintahan desa, maka Pemkab Pesawaran menyelenggarakan kegiatan Capacity Building bagi seluruh Kepala Desa se-Kabupaten Pesawaran di Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, pada 25 hingga 28 Juli 2025.

Kegiatan itu merupakan tindak lanjut dari penandatanganan kerja sama dan capacity building antar daerah yang dilakukan oleh Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda, dan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, yang turut didampingi oleh Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona, di Marriott Hotel Harbour Bay, Kota Batam, pada Juni 2025 lalu.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Pesawaran, Nur Asikin, mengatakan penguatan posisi dan kewenangan desa merupakan amanat dari Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa serta Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024 serta Permendes PDT RI Nomor 2 Tahun 2024 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2025.

BACA JUGA:  Terget Penerimaan Pajak Samsat Pesawaran Tembus Rp55 Miliar

“Peningkatan kapasitas kepala desa sangat penting agar mampu menjawab tantangan pelayanan publik, pengelolaan keuangan, dan ketahanan pangan, terutama dalam menghadapi dinamika perubahan iklim,” kata dia, Senin (28-7-2025).

“Desa harus menjadi aktor utama pembangunan lokal yang terhubung dengan isu global. Kita butuh Kepala Desa yang visioner, tangguh, dan mampu mendorong kemandirian masyarakat,” terangnya.

Dia menjelaskan, kegiatan ini juga sejalan dengan strategi pembangunan ekonomi daerah yang lebih luas. Melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Provinsi Lampung, Kepri, Jawa Tengah, dan Maluku Utara, kerja sama tersebut diarahkan untuk membangun rantai pasok regional yang terintegrasi.

“Dalam skema ini, Lampung mengandalkan kekuatan di bidang hortikultura dan peternakan, Kepri berperan sebagai gerbang ekspor ke Singapura dan Johor, sedangkan Jawa Tengah dan Maluku Utara menyokong dengan produksi pangan dan sumber daya kelautan,” ujarnya.

BACA JUGA:  Disdukcapil Pesawaran "Jemput Bola" Datangi Warga

“Kolaborasi ini membuka peluang besar bagi UMKM dan petani Lampung untuk menjangkau pasar luar negeri secara lebih terstruktur, dengan dukungan tim teknis lintas OPD dan BUMD,” tambahnya.

Dirinya menjelaskan, kegiatan Capacity Building ini menjadi langkah nyata membangun fondasi desa yang kuat, sekaligus bagian dari strategi daerah untuk mengangkat potensi lokal ke level regional dan global.

Melalui sinergi antara penguatan kelembagaan desa dan ekspansi akses ekspor, Pesawaran menegaskan diri sebagai daerah yang tidak hanya membangun dari bawah, tetapi juga menatap pasar dunia.

“Hal ini merupakan upaya berkelanjutan dalam rangka memberikan dukungan besar untuk memperkuat posisi Desa agar mampu profesional, efisien dan efektif, terbuka, serta bertanggung jawab dalam rangka meningkatkan pelayanan publik bagi warga masyarakat Desa,” ungkapnya.

Menurutnya, peluang besar desa sebagai sokoguru kemandirian bangsa dan negara bahkan telah menjadi salah satu grand design fundamental dalam pemerintahan Presiden RI Bapak Prabowo Subianto. (red/rls)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Google search engine
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments