Jumat, Januari 30, 2026
No menu items!
IKLAN DISINI

Pascabencana, Pemkab Pesawaran Benahi Infrastruktur

PESAWARAN (wajah.co)–Pemerintah Kabupaten Pesawaran melalui perangkat daerah terkait, bergerak cepat menyikapi bencana yang melanda sejumlah wilayah, termasuk kerusakan infrastruktur penting di wilayah pesisir.

Salah satu yang menjadi atensi adalah Dermaga Pulau Pahawang, Kecamatan Margapunduh, yang roboh akibat diterjang ombak laut menyusul hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak Rabu, (30-7-2025) lalu.

Sebelumnya, warga desa setempat secara swadaya membangun jembatan darurat menggunakan kayu yang bisa digunakan oleh warga yang bersandar di Desa Pulau Pahawang.

Menanggapi kondisi tersebut, jajaran OPD Kabupaten Pesawaran melakukan peninjauan langsung ke lokasi dermaga yang rusak pada Kamis (31-7). Kunjungan ini dipimpin oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat dan turut dihadiri oleh Kepala BPBD, Plt. Kasat Pol PP, Kepala Dinas PUPR, Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Perhubungan, Plt. Kepala Dinas Pariwisata, Plt. Kepala Dinas PRKP, Camat Telukpandan, serta Camat Margapunduh.

Kehadiran rombongan disambut langsung oleh Kepala Desa Pulau Pahawang bersama jajaran dan perwakilan masyarakat.

Diketahui, dalam pertemuan di lokasi, dilakukan diskusi untuk membahas langkah-langkah penanganan darurat serta perencanaan jangka panjang agar aktivitas perekonomian masyarakat yang bergantung pada akses laut tidak terhenti.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pesawaran, Zainal Fikri, mengatakan pihaknya akan membangun konstruksi darurat berupa jembatan kayu guna memastikan mobilitas warga tetap berjalan.

“Untuk solusi jangka panjang, kami akan mendesain pembangunan dermaga permanen. Kami juga menerima masukan dari pihak desa agar dermaga dilengkapi dengan pendalaman perairan, sehingga kapal-kapal berukuran besar dapat bersandar dengan aman,” katanya.

Sementara itu, Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Pesawaran melaporkan bahwa bencana yang terjadi di wilayah pesisir bukan hanya kerusakan dermaga, tetapi juga mencakup banjir dan tanah longsor akibat intensitas hujan yang tinggi yang melanda beberapa kecamatan seperti Margapunduh, Padangcermin dan Telukpandan.

Laporan terbaru per Kamis, 31 Juli 2025 pukul 12.00 WIB, menyebutkan hujan deras dan gelombang pasang menyebabkan meluapnya Sungai Waypunduh hingga menggenangi permukiman warga sejak pukul 21.00 WIB.

Total sebanyak 89 rumah warga terdampak banjir di Kecamatan Margapunduh dan Kecamatan Padangcermin. Desa Umbul Limus tercatat sebanyak 32 rumah terdampak, disusul Desa Banjaran dengan 35 rumah dan kerusakan beronjong sepanjang 50 meter. Di Desa Tajur, 9 rumah dan tanggul sepanjang 40 meter dilaporkan terdampak, sementara Desa Pekon Ampai mengalami 13 rumah terdampak.

Sementara di Kecamatan Telukpandan, material longsor dan pohon tumbang di Desa Batumenyan sempat menutup akses jalan, sehingga kendaraan tidak dapat melintas. Proses pembersihan dan evakuasi material dilakukan secara gotong royong oleh warga dibantu petugas.

Beruntung, bencana ini tidak menimbulkan korban jiwa. Kondisi terkini dilaporkan telah membaik, banjir telah surut dan jalan sudah bisa dilalui kembali.

BPBD menyatakan bahwa proses pendataan kerusakan dan kerugian masih terus berlangsung, dan laporan lengkap akan diperbarui secara berkala. (Red)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Google search engine
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments