Jumat, Januari 30, 2026
No menu items!
IKLAN DISINI

Dinkes Pesawaran Pastikan Penanganan Balita Gizi Buruk

Pesawaran (wajah.co)—Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran gerak cepat memastikan penanganan terhadap balita penderita gizi buruk asal Desa Bayasjaya, Kecamatan Waykhilau.

Balita yang diketahui bernama Muhammad Aefudin itu kini berusia dua tahun enam bulan. Dia mengalami gizi buruk dan telah mendapatkan perawatan intensif di RSUD Pesawaran. Aefudin juga didiagnosa menderita sejumlah penyakit: anemia defisiensi zat besi, kecacingan, TBC serta Ikterik.

Kepala Dinas Kesehatan Pesawaran, Media Apriliana, menegaskan pemerintah daerah bersama tenaga medis telah bekerja sejak awal kasus tersebut muncul.

“Anak ini sejak 2024 sudah menjadi sasaran pemantauan. Pemerintah hadir lewat PMT Lokal, obat cacing, hingga perawatan rumah sakit. Ketika kondisinya menurun, bidan desa, kader, dan aparat desa bergerak cepat melakukan rujukan,” ujar Media, Senin (15-9-2025).

Menurut Media, keberhasilan penanganan gizi buruk tidak hanya bergantung pada intervensi pemerintah, melainkan juga kepatuhan keluarga dalam melaksanakan kontrol dan kunjungan posyandu.

BACA JUGA:  Jelang Ramadhan, Harga Bahan Pokok Merangkak Naik

“Pemerintah tidak tinggal diam. Kami memastikan intervensi berjalan, tapi keluarga harus disiplin melanjutkan kontrol agar kondisi pasien stabil,” katanya.

Untuk selanjutnya, berdasarkan koordinasi dengan pihak desa, Sekretaris Desa Bayas Jaya, Andre Zafano, menerangkan bahwa beberapa hari lalu Aefudin telah dirujuk ke RSUD Abdul Moeloek Bandarlampung menggunakan mobil ambulans desa untuk mendapatkan perawatan intensif dengan memanfaatkan BPJS Kesehatan (PBI).

Selain dukungan kesehatan, keluarga pasien juga tercatat sebagai penerima berbagai bantuan sosial pemerintah, yakni:
1. BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai)
2. PKH (Program Keluarga Harapan)
3. BPJS Kesehatan PBI aktif

Muhammad Aefudin saat ini masih menjalani perawatan lanjutan. Pemkab Pesawaran menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat layanan kesehatan dasar, pemantauan gizi balita, serta edukasi keluarga melalui posyandu dan program kesehatan masyarakat.

Berdasarkan informasi Dinkes Pesawaran, pemerintah desa, kader posyandu, hingga tenaga gizi Puskesmas Kota Jawa telah melakukan intervensi sejak Mei 2024. Saat itu, berat badan Aefudin stagnan di kisaran 7,5–8 kilogram.

BACA JUGA:  Jalin Sinergi, Kapolres Sambangi Balai Wartawan PWI Pesawaran

Juli 2024, petugas memasukkan Aefudin ke dalam program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Lokal BOK Kemenkes. Selama dua bulan penuh ia menerima PMT, obat cacing, dan pemantauan gizi, yang membuat kondisinya membaik hingga akhir 2024.

Ketika kondisi memburuk pada April 2025, pemerintah desa bersama bidan dan petugas gizi kembali turun tangan.

Kemudian, anak tersebut dirujuk dengan ambulans desa ke RSUD Pesawaran, dokter menemukan infeksi kecacingan dan anemia ringan. Setelah perawatan intensif, Aefudin dipulangkan dengan catatan wajib kontrol bulanan.

Sayangnya, kontrol itu tidak dilakukan keluarga. Pada Agustus 2025, kondisi anak kembali drop. Petugas desa, bidan, dan kader kesehatan mengajak keluarga agar bersedia membawa Aefudin ke IGD RSUD Pesawaran.

Upaya itu berhasil, dan sejak 26 Agustus 2025 ia menjalani perawatan penuh di rumah sakit daerah. (red)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Google search engine
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments