Bandarlampung (wajah.co)– Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lampung menyiapkan sejumlah program untuk menekan angka pengangguran di wilayah setempat.
Kadisdikbud Lampung Thomas Amirico menyebut pihaknya tengah menyiapkan program peningkatan kualitas sumber daya manusia. Pertama, pihaknya berencana akan menyelaraskan kurikulumnya dengan kebutuhan pasar.
“Jadi kompetensinya harus sesuai dengan dunia pasar. kita coba menyelaraskan kurikulumnya seperti apa,” kata Thomas, Senin (10-11-2025).
Selain itu, Disdikbud Lampung juga membuat program kelas migran vokasi untuk mendorong anak-anak yang ingin menjadi pekerja migran.
Program tersebut sebagai respon atas tingginya angka pengangguran di Lampung, yang didominasi oleh lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) per Agustus 2025 mencapai 4,21 persen atau 213.173 orang.
Dari jumlah itu, lulusan SMK menjadi penyumbang terbanyak dengan 7,16 persen. Disusul, SMA 7,01 persen, universitas 6,09 persen, Diploma I/II/III 2,69 persen, SMP 2,6 persen dan SD ke bawah 2,16 persen.
Meski demikian, TPT untuk jenjang SMK menurun jika dari 8,80 persen tahun 2024 menjadi 7,16 persen.(red)


