Kamis, Januari 29, 2026
No menu items!
IKLAN DISINI

Review dan Fenomena Sehari-hari dalam Novel Sisi Tergelap Surga Karya Brian Khrisna

LIFESTYLE (WAJAH.CO) Sisi Tergelap Surga karya Brian Khrisna adalah novel yang menggali kerasnya kehidupan di Jakarta, terutama untuk mereka yang sering kali berada di pinggiran masyarakat para pengamen, pemulung, pekerja seks komersial, hingga preman jalanan.

Melalui buku ini, Brian ingin menunjukkan dualitas kehidupan Jakarta, di mana gemerlap kota besar yang terlihat seperti “surga” di permukaan, menyembunyikan berbagai cerita pilu yang jarang terungkap ke publik.

Novel ini mengangkat tema realita sosial dengan gaya penulisan yang reflektif dan emosional.

Setiap karakter yang dihadirkan menggambarkan pergulatan hidup yang berbeda, namun memiliki benang merah serupa: bertahan hidup di tengah kerasnya Jakarta.

Misalnya, kisah tentang seorang waria yang juga seorang ayah, rela berdandan demi memberikan nafkah kepada anaknya. Atau cerita tentang seorang wanita yang bekerja sebagai Lady Companion (LC) di tempat karaoke demi bertahan hidup.

Brian Khrisna tidak hanya mengandalkan observasi semata, tetapi juga melakukan wawancara dengan puluhan narasumber.

Ini yang membuat setiap narasi terasa nyata, seolah pembaca benar-benar melihat dan merasakan apa yang dirasakan oleh para tokoh.

Fenomena Sehari-hari dalam Novel dan Keseharian Kita

Tema utama dari Sisi Tergelap Surga bukanlah kisah dramatis semata, melainkan cerminan dari fenomena sosial yang sering kita jumpai di kehidupan sehari-hari.

Fenomena seperti peminggiran kelas sosial bawah, ketidakadilan, eksploitasi ekonomi, dan dilema moral sering kali menjadi topik hangat di berbagai diskusi sosial, namun jarang benar-benar dipahami dalam skala personal.

Misalnya, ketika kita melihat manusia silver atau pengamen di lampu merah, reaksi pertama yang muncul mungkin rasa iba atau bahkan sinisme.

Padahal, novel ini mencoba mengajak kita melihat lebih dalam bahwa mereka tidak sekadar mengemis atau mencari uang, melainkan sedang berjuang untuk tetap hidup dari hari ke hari.

Inilah yang membuat novel ini relevan dengan fenomena keseharian kita, di mana kita kerap menghakimi tanpa memahami latar belakang mereka.

Gaya Penulisan dan Kelebihan

Brian berhasil memadukan unsur psikologis dalam ceritanya, menggambarkan setiap karakter dengan kedalaman emosi yang kuat.

Penulis menciptakan ketegangan dalam narasi yang menggugah, sehingga pembaca dapat merasakan ketidakadilan, keputusasaan, dan harapan secara bersamaan.

Jakarta di dalam novel ini bukan sekadar latar tempat, tetapi simbol dari harapan dan kekecewaan yang saling bertubrukan.

Secara keseluruhan, Sisi Tergelap Surga adalah novel yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menggugah pikiran.

Brian Khrisna mengajak pembacanya untuk keluar dari zona nyaman dan menghadapi realitas pahit yang ada di sekeliling kita sebuah tantangan untuk lebih memahami dan empati terhadap orang-orang yang selama ini dianggap berada di sisi tergelap kehidupan.

Novel ini sangat direkomendasikan bagi mereka yang tertarik memahami sisi-sisi gelap dari kehidupan di balik gemerlapnya kota besar. (Jay).

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Google search engine
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments